
Keberlanjutan (sustainability) dan adaptasi (adaptation) merupakan dua pilar krusial untuk menjaga ketahanan pangan jangka panjang. Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, degradasi lahan dan air, serta volatilitas geopolitik yang mengganggu rantai pasok global, sistem pangan nasional dituntut untuk tidak hanya produktif, tetapi juga tahan terhadap guncangan dan mampu bertransformasi. Laporan Global Food Security Index tahun 2022 yang disusun oleh Economist Impact menunjukkan bahwa pilar sustainability dan adaptation adalah dimensi dengan skor terendah bagi banyak negara Asia-Pasifik, termasuk Indonesia dan Thailand. Indonesia hanya meraih skor 46,3 dan Thailand 51,6 dari skala 100, jauh di bawah pilar affordability dan availability. Hal ini mencerminkan rendahnya kapasitas negara-negara tersebut dalam pengelolaan risiko iklim, memperkuat tata kelola sumber daya, dan membangun sistem pertanian yang adaptif.
Indonesia, misalnya, menunjukkan kelemahan pada aspek komitmen politik terhadap adaptasi, pengelolaan air, dan sistem peringatan dini bencana. Tidak adanya strategi pertanian cerdas iklim dan menurunnya aliran pendanaan iklim semakin memperburuk kesiapan negara untuk menghadapi ancaman iklim. Thailand meskipun memiliki sistem manajemen risiko bencana yang relatif lebih kuat, tetap mengalami stagnasi dalam pengembangan standar gizi dan keberagaman pangan. Kedua negara menunjukkan bahwa aspek keberlanjutan dan adaptasi belum menjadi prioritas utama dalam agenda ketahanan pangan mereka.
Pentingnya sustainability dan adaptation terletak pada kemampuannya untuk menjamin kesinambungan pasokan pangan lintas generasi. Keberlanjutan menuntut pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana, sementara adaptasi menuntut inovasi kebijakan dan kelembagaan agar sistem pangan tetap relevan di tengah ketidakpastian. Tanpa komitmen kuat dalam dua aspek ini, negara berisiko mengalami kerentanan pangan struktural yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan stabilitas nasional. Oleh karena itu, integrasi prinsip sustainability dan adaptation dalam kebijakan pangan bukan hanya kebutuhan teknokratis, tetapi juga tuntutan moral dan strategis dalam era krisis iklim global.
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Pentingnya Keberlanjutan dan Adaptasi dalam Ketahanan Pangan”, Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/cakrush/687da3c7ed641543093155f4/pentingnya-keberlanjutan-dan-adaptasi-dalam-ketahanan-pangan
Kreator: Ruslan Effendi
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com



